mardi 7 juin 2016

je suis officiellement démissionnée de l'AEDF


2 tahun berkiprah di kementrian pendidikan (Ministère des Affaires Pédagogiques) membuatku belajar banyak hal sekaligus memiliki pengalaman organisasi untuk pertama kalinya. Di tahun pertama, aku sangat passionate mengajarkan bahasa Perancis untuk adik-adikku dari angkatan 2014, dan aku masih menjadi staff pengajar Club de Français. Pasca semester 4, aku terlalu memikirkan ruang baca karena selama semester 4 aku selalu berkomitmen untuk piket.


Beberapa bulan kemudian, aku sempat mendaftar menjadi menteri, namun aku tidak lolos. Akhirnya aku tetap mendaftar meski bukan menjadi menteri, tapi "jabatan"-ku sedikit dinaikkan, yaitu menjadi penanggung jawab La Salle de Lecture (ruang baca) pada periode 2015-2016.


Seperti pada post La Salle de Lecture, saya sangat antusias dan profesionalisme saya ditingkatkan, namun entah kenapa pada pergantian semester, semangatku hilang begitu saja. Sejujurnya, aku masih belum bisa mengemban amanah ini dengan baik, karena betapa beratnya dan besarnya amanah yang aku pegang.


Di balik kesedihanku karena berakhirnya aku berkiprah di AEDF, seorang teman telah memberiku semangat dan kata-kata bijaknya, bahwa aku telah menjadi bagian dari sejarah AEDF. Satu per satu, aktivitas padatku berakhir. Namun yang paling kuingat hanyalah: satu pintu tertutup, akan ada pintu baru yang akan terbuka untukku, dan yang harus kulakukan hanyalah menemukan kuncinya.


Terima kasih banyak kepada @aedf_upi yang telah membimbingku sejak masa pengaderan, bahkan pengaderan yang sesungguhnya adalah ketika berkiprah di himpunan. Kepada para penerus, semangat terus, buatlah AEDF lebih maju dan lebih baik!AEDF? Vive le français!! 🇫🇷👊🏻

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire