vendredi 31 mars 2017

Au Revoir, Marie !


Bonjour à tous !

J'ai enfin avoir du temps d'écrire quelque chose sur mon blog. Mais à cette occasion, j'aime bien écrire ma rencontre avec Marie. Je l'ai rarement rencontrée, seulement quand je suis à l'IFI Bandung ou à l'université parce qu'elle enseigne la production orale aux étudiants de troisième semestre à sixième semestre.

Elle est arrivée à Bandung peut-être en octobre 2016, c'est aussi le mois où j'ai commencé à rapprendre la conversation en français avec elle. Vous savez bien pourquoi je la fais: après plus d'un mois de service de communauté à Subang, j'ai presque oublié comment parler français (alors que j'ai parlé aussi à mon père en téléphonant là-bas). Grâce à elle, j'arrive encore à parler français couramment. Elle corrige aussi mes fautes de vocabulaires si je les ai faites. Elle m'a appris aussi la phonétique française, ce qui n'est pas enseignée à l'université.

La classe de conversation se déroule du mois d'octobre 2016 au mois de février 2017. J'ai deux photos avec elle avant mon stage à SMA Plus Pariwisata Bandung (je pensais avant que ce serait mon dernier cours, mais je me souviens de l'argent que j'ai payé, alors j'avais l'intention de toujours venir) et aussi deux autres photos ci-dessous.


Le dernier jour de Luana (celle qui porte des lunettes noires et un vêtement blanc), car elle allait travailler à Kompas TV Kediri en tant que présentatrice

28 février 2017, je porte le voile bleu ici. Puis il y a Isfahan (le seul mec dans ce cours), madame Christina, kak Indah, kak Vina et kak Wilyanti

La dernière fois que j'ai rencontré Marie est au 23 mars 2017, où elle nous a donné les jeux et les gestes à l'atelier Clown. Mais, je suis rentrée chez moi trop tôt parce que mes chatons ont eu faim. Alors, je lui ai dit "au revoir".

Bisous,
@naragrandis

Pourquoi j'aime la langue française ? (source: francophonie.org)




Bisous,
@naragrandis

vendredi 24 mars 2017

Mon premier article en indonésien sur intipjurusan.com


Bonjour à tous!


C'était au mois de février que j'ai écrit cet article mais comme je suis trop occupée d'enseigner le français, je viens d'envoyer cet article par courriel au début de ce mois, et après deux ou trois semaines, c'est enfin publié. Voilà le ligne:
http://intipjurusan.com/2017/03/23/pend-bahasa-perancis-upi-nadia/
Vous pouvez aussi allez directement sur ce site en mettant mon code d'article: X159. Le code du premier article qui parle de même département est X121. Le contenu de cet article est:


Bonjour à tous! 
Hai para sahabat Intip Jurusan. Pertama, saya ingin kenalan sama kalian. Nama saya Nadia Rahmania, saya sedang menjalani semester 8 di departemen Pendidikan Bahasa Perancis UPI, sama seperti Aprilia, yang pertama kali berkontribusi sebagai perwakilan dari departemen ini. Saya sendiri mewakili angkatan 2013, selaku kakak kelas Aprilia. Dalam artikel ini, saya akan menyampaikan tentang pengalaman saya sebagai angkatan pertama yang menggunakan kurikulum 2013 di departemen ini karena empat keterampilan berbahasa (Compréhension Orale, Compréhension Écrite, Production Orale & Production Écrite), tata bahasa (Grammaire), Peradaban dan Kebudayaan Perancis (Civilisation Française), dan Sejarah Perancis (Histoire de France) sudah dibahas oleh Aprilia. Sebagai angkatan pertama yang menggunakan kurikulum 2013 (kurikulum di universitas, maksudnya), ada beberapa mata kuliah yang pada saat semester 5 harus memilih dan melanjutkan pilihan tersebut pada saat semester 7, alias dijuruskan. Kalian bisa memilih di antara 3 pilihan berikut:
  • Français pour les Objectifs Spécifiques (FOS), yaitu penjurusan di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang Pariwisata (pada matkul Français du Tourisme saat semester 5), dan saat semester 7 akan dibekali ilmu tentang perhotelan (Français de l'Hôtellerie et de la Restauration), kesekretariatan (Français du Secrétariat), bisnis (Français des Affaires) dan tentang media (Français des Médias) baik itu ilmu tentang media cetak, video, dll. 
  • Linguistique, yaitu di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang pembentukan kalimat (pada matkul Syntaxe du Français saat semester 5), dan saat semester 7 akan dibekali ilmu tentang pembentukan kata (Morphologie), makna kata dan kalimat (Sémantique), ilmu penggunaan bahasa di ranah sosial (Sociolinguistique) dan bagaimana cara menganalisis teks-teks baik secara sintagmatik maupun secara paradigmatik (pada matkul Analyse de Discours). 
  • Traduction, yaitu di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang penerjemahan, baik secara lisan (Interprétation) maupun secara tertulis.  

Saya secara pribadi memilih dijuruskan di bidang linguistik karena ada prospek untuk menjadi ahli bahasa, leksikografis (yang berurusan dengan penulisan kamus), guru/dosen bahasa, dll. Selain alasan sebelumnya, sejak pertama kali saya mempelajari linguistik secara umum (yaitu ketika saya duduk di semester 2), saya langsung tertarik di bidang itu. Saya sendiri juga baru mengetahui bahwa ketika mempelajari ilmu linguistik, ada 6 aspek linguistik yang saya telah pelajari secara mandiri setelah mata kuliah Linguistik Umum (Linguistique Générale), yaitu:
  • Fonetik: ilmu yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa dilafalkan serta cara kerja organ tubuh yang berkaitan dengan pengucapan. 
  • Fonologi: ilmu yang mempelajari tentang ilmu pembendaharaan bunyi (fonem) bahasa, yaitu bunyi sebagai satuan terkecil dari ujaran/gabungan bunyi yang membentuk suku kata. 
  • Morfologi: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kata. 
  • Sintaksis: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kalimat. 
  • Semantik: ilmu yang mempelajari tentang makna kata dan makna kalimat. 
  • Pragmatik: ilmu yang mempelajari hubungan antara makna kata/kalimat dan konteksnya, entah itu tersirat atau tersurat (correct me if I'm wrong, yaaaa).

Berkat bidang linguistik, saya pun mampu menghafal banyak pola jenis kelamin kata-kata benda berbahasa Perancis melalui ilmu morfologi, serta alhamdulillah saya bisa mengembangkan pelafalan bahasa Perancis yang baik dan benar melalui ilmu fonetik dan fonologi yang saya ikuti di luar kampus. Seluruh ilmu yang telah saya share di sini merupakan linguistik murni dan semoga saja saya bisa langsung lanjut S2 dan mengambil bidang Linguistik di Perancis. Aamiin....Untuk kalian, para calon kontributor Intip Jurusan, perwakilan departemen Pendidikan Bahasa Perancis UPI yang memilih penjurusan FOS dan Traduction bisa ikut berkontribusi di postingan selanjutnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar para calon mahasiswa/i di luar sana termotivasi untuk memilih salah satu di antara ketiga pilihan tersebut. 

Bagaimana dengan kuliah semester 8? Nah, saat ini saya sedang menjalani kuliah keahlian profesi yang bernama Program Pengalaman Lapangan alias PPL. Mata kuliah ini juga dapat diambil di baik semester ganjil maupun semester genap, asalkan tidak ada lagi mata kuliah yang mengulang kecuali bagi yang mengambil jalur non-skripsi (saya akan membahasnya di paragraf selanjutnya). Sebelum PPL, mahasiswa/i memiliki hak untuk memilih sekolah (SMA/SMK/MA) tempat pengabdiannya, namun keputusan akhir tetap ada di tangan departemen, jadi bisa saja kalian tidak dapat pilihan sesuai keinginan dan mau tak mau kalian harus belajar survive di tempat sesuai keputusan akhir. Mungkin kalian akan dapat pengalaman baru ketika mengabdi di sekolah. Di sini lah, kalian dapat membagikan ilmu bahasa Perancis kalian kepada para siswa/i SMA/SMK/MA se-Jawa Barat.

Bagaimana dengan tugas akhir, alias skripsi? Di sini, para mahasiswa/i mengajukan setidaknya dua judul yang akan dibimbing terlebih dahulu oleh dosen wali masing-masing para mahasiswa/i. Kemudian dipresentasikan salah satu judulnya di depan seluruh dosen. Ada tiga kemungkinan, yaitu bisa saja judul pilihan pertama diterima (baik diterima langsung maupun dengan perubahan), bisa saja malah judul pilihan kedua diterima karena kemampuan menjawab pertanyaan para dosen, bisa saja judul pilihan kalian benar-benar ditolak karena berbagai alasan, misalnya teori kurang kuat atau bahkan ada yang hanya sekedar membuat saja.

Tapi jangan khawatir, kalian masih bisa lulus, kok! Ada jalur alternatif agar mahasiswa/i bisa cepat lulus, yaitu melalui jalur non-skripsi. Jalur tersebut biasanya diperuntukkan untuk para mahasiswa/i yang kuliahnya banyak masalah (misalnya: cuti, semester 14, dll.), bahkan untuk mahasiswa/i yang proposal skripsinya ditolak dan merasa sudah menyerah.

Jalur non-skripsi di departemen ini memuat 3 mata kuliah (masing-masing 2 SKS) setara skripsi yang berjumlah 6 SKS, yaitu: 
  • Analyse des Textes Littéraires, yaitu menganalisis karya sastra yang mengandung pesan, artistik dan gaya bahasa. 
  • Travaux Dirigés, yaitu membahas kajian atau studi lapangan based on tema-tema yang ditentukan oleh dosen, misalnya ada tema-tema: situs-situs turistik (di Indonesia, ya... bukan di luar negeri), perayaan tradisional, seni tradisional dan budaya Indonesia yang akan dipaparkan menggunakan bahasa Perancis. Nanti sekelas hanya memilih satu tema yang telah disebutkan di atas dan observasi di tempat berbeda-beda. 
  • Mini-mémoire, yaitu membuat karya ilmiah seperti skripsi namun tidak melakukan penelitian lebih jauh. Yang penting mahasiswa/i mampu membuat karya ilmiah yang memiliki manfaat bagi pembelajaran bahasa Perancis.
Et voilà, kalian tetap bisa lulus kok, karena ketika kita bekerja, apakah judul skripsi dipertanyakan? Mungkin ketika ingin mendapatkan beasiswa akan dipertanyakan, tapi mudah-mudahan para mahasiswa/i yang mengambil jalur non-skripsi, tetap bisa mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi S2 hingga S3. Aamiin...

Seperti yang dikatakan Aprilia, departemen ini is FULLY RECOMMENDED, karena mempelajari bahasa sebagai ilmu benar-benar membuat kita menjadi ahli bahasa yang in syaa' Allah baik dan benar. Berbeda halnya dengan yang hanya mengikuti les, tapi di sini saya nggak bermaksud menjatuhkan yang les bahasa, karena perbedaan yang mencolok terlihat antara yang belajar bahasa lebih dalam dan yang belajar bahasa untuk keperluan khusus saja. Namun bagi saya, keduanya sama-sama belajar bahasa :)

If you have any questions or if there is anything you don't (quite) understand, please comment below (tapi jangan nyindir loh!), plus aku juga menerima rekomendasi di kolom komentar, agar artikel saya kedepannya lebih baik dan lebih koheren lagi.

Merci beaucoup pour votre attention :)

Bisous,
@naragrandis

LATE POST : Le 62e anniversaire de mon professeur, Monsieur Toto


Bonjour à tous !

Enfin, je peux avoir du temps de mettre quelque chose en ligne ici. Cela fait vraiment longtemps, hein? Car je suis très très occupée pour apprendre le français aux lycéens. Moi, j'ai beaucoup de choses à y mettre en ligne plus tard :)

Je vous présente mon meilleur professeur (car personnellement, il est considéré comme mon autre père... hehehe), Monsieur  Toto, ou bien son prénom et son nom: Soeprapto Rakhmat. Il nous apprend l'Histoire de France, la Syntaxe du Français (pour les étudiants qui choisissent la linguistique) la Grammaire 5 et la Grammaire 6. Puis au septième semestre, il nous apprend l'Analyse de Discours (pour les étudiants qui choisissent la linguistique) et le Français du secrétariat (pour les étudiants qui choisissent le Français pour les Objectifs Spécifiques ou FOS).

Le 17 février, il fête son anniversaire et cette année il a 62 ans (vous connaissez alors son année de naissance, ne soyez pas paresseux de compter, hehehe). Cette année son anniversaire s'est passé au vendredi et que mes amis et moi le rencontre chaque mercredi, alors nous avons fêté un peu dans la classe de mini-mémoire 5 jours plus tard. La veille, j'ai acheté ce gâteau ci-dessous y compris 6 bougies.

Le texte du gâteau: Joyeux anniversaire, Monsieur, aïe aïe aïe :)

toute l'équipe des étudiants (sans Dhei, Nisa'a & kak Putri) qui finiront leurs études sans faire un mémoire

sans Meila, car elle prépare son GoPro Hero...

Un chef-d'œuvre de mon amie proche, Felicitas Devana

Bisous,
@naragrandis