jeudi 27 avril 2017

a post from facebook that i found

1. Not every girl wants to get married by 23. So before you ASSUME she's of marriageable age, ask her what her views on marriage are. One hint, might save you the drama- just because she does not want to get married now does not mean she never will. She has other plans for herself right now, let her live a little.
2. Just because a girl wishes to do her PhD after Masters does not mean she doesn't want to settle down in life. Give her a break, and respect the fact that she has the confidence to take that up, cos yeah, PhD is no joke. There will come a point when she would happily devote herself to her family, and balance it out with her work life. Her degrees, or lack of them, won't make any difference. Let her study while she wants to, okay?
3. Just because she is 27 and unmarried does not mean she's been rejected by many men. Maybe, being single is a choice she has made.
4. Just because she has recently gone through a break up doesn't mean she is vulnerable and available.
5. Just because most of her friends are boys, does not mean she is "having a good time" with all of them.
6. Just because she is ambitious doesn't mean she isn't a family person.
7. Just because she doesn't discuss her plans doesn't mean she's clueless about life. Give her a chance, alright?
8. After a hectic week, give her some time to relax over the weekend. Don't make that one weekend party make her look like a she's a frivolous party-girl without a job.
9. Just because she is out shopping alone does not mean she is depressed or lonely. It's how she relaxes, respect that.
10. Just because she is on a holiday alone does not mean she doesn't have company. Maybe it's a break to get back her lost confidence, or maybe that's how she is. Admire her spirit instead of giving her advice, okay?
11. Just because she is a woman doesn't mean she can't kick ass in military school.
12. Just because she doesn't know how to cook doesn't mean she won't make a good wife. Remember when you were just married and cooked chicken curry which was um, a disaster?
13. Just because she is pretty does not mean she is a whore. And just because she is friendly does not mean she is flirting with you.
Yes, we cry, we are emotional; we take things personally, and sometimes over-react to situations. But this does not give any one the right to judge us in the wrong way. Times are changing; don't confine her within those boundaries, no matter how orthodox you are. There are some who might be fighting this losing battle, yet compromising on their decisions and plans, just to please society. Respect and do share. Happy Kartini Day :))
Credit to Womansera

vendredi 7 avril 2017

Marcelline Desbordes-Valmore — Qu'en avez-vous fait?

(source: poesie.webnet.fr)

[REPOST] Tips Ujian DALF C1

(originally posted by Irsalina Salsabila, on https://irsalinasalsabila.wordpress.com/2013/10/10/tips-ujian-dalf-c1/)

Bulan Mei kemarin baru saja ikut tes ujian DALF C1 di Université de Caen, Basse Normandie dengan nilai 64,5/100. Kalau untuk daftar sekolah, sebenernya sih gak perlu level ini, cukup DELF B2 saja, kecuali yang mau ambil jurusan literatur, jurnalistik, dan sejenisnya. Saya terpikir untuk ambil tes ini berhubung masih di Perancis dan berada di lingkungan francophone, kemampuan bahasa masih keasah terus. Apalagi, tes ini berlaku seumur hidup, tidak seperti TOEFL, IELTS, atau beberapa tes bahasa lainnya yang ada batas berlakunya eg: 2 tahun, dll.
Untuk mengambil tes ini, persiapan saya self-studied. Jadi saya ingin berbagi mengenai persiapan saya sendiri. Ini 2 buku yang saya pakai untuk belajar :
  1. Cadre commun activités pour le CECR C1-C2, karangan Marie-Louise Parizet
  2. Production écrite niveaux C1-C2 du cadre européen, karangan Mariella CausaBruno Mégret
Buku pertama berisi berbagai macam aktivitas untuk melatih 4 bagian dalam tes. Dari mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan setelah membaca artikel, tips dan trik menjawab soal, latihan listening dan menjawab pertanyaan, mempersiapkan persentasi oral serta cara menulis berbagai macam essai mulai dari artikel, surat, mengungkapkan pendapat, summary beberapa artikel, dsb.
Buku kedua saya beli karena membahas jauh lebih detail tips dan cara penulisan untuk tujuan penulisan artikel yang berbeda beserta contoh-contoh essay dan rangkuman artikel yang terkonstruksi dengan baik.
Untuk mempersiapkan 4 bagian dalam ujian, metode yang dilakukan berbeda-beda.
  • Compréhension écrite : Untuk bagian ini, penting banget untuk memperkaya vocabulary dan wawasan mengenai hal-hal yang terjadi di Perancis. Beberapa website yang sering jadi referensi artikel di soal-soal ujian adalah: Le Point,LibérationLe figaro. Setiap membaca artikel, saya mencatat kata-kata baru yang dipelajari. Persiapan ini juga bisa dimanfaatkan untuk konstruksi argumen essai dalam bagian Production écrite.
  • Compréhension orale : Penting banget untuk membiasakan telinga agar bisa memahami dengan cepat maksut percakapan orang Perancis. Untuk bagian ini, saya mendengarkan podcast-podcast dari radio France Inter.
  • Production écrite : Untuk menulis, membahas dan mengerjakan soal-soal dalam buku ke-2 sangat membantu untuk melatih kita membuat tahapan konstruksi argumen. Selama latihan, saya menggunakan website lang-8.com untuk mengoreksi aspek grammar dan konten tulisan saya.
  • Production orale : Kalau untuk bagian ini, harus sering-sering ngomong bahasa perancis, latihan mengungkapkan pendapat, menjelaskan artikel secara terstruktur dan berdebat. Saya memanfaatkan lingkungan francophone disekeliling saya untuk mengajak diskusi tentang isu-isu aktual sehari-hari langsung bersama native speaker. Kalau tidak ada, bisa juga rekaman latihan berbicara sendiri dan didengarkan kembali jika struktur kalimat, aksen serta cara pengungkapan pendapat dapat dimengerti dengan jelas.
Saya tidak melakukan latihan soal sama sekali sampai sebulan sebelum ujian. Latihan dengan contoh-contoh soal bisa dilihat di bagian sample papers berikut ini : http://www.ciep.fr/en/delfdalf/index.php

vendredi 31 mars 2017

Au Revoir, Marie !


Bonjour à tous !

J'ai enfin avoir du temps d'écrire quelque chose sur mon blog. Mais à cette occasion, j'aime bien écrire ma rencontre avec Marie. Je l'ai rarement rencontrée, seulement quand je suis à l'IFI Bandung ou à l'université parce qu'elle enseigne la production orale aux étudiants de troisième semestre à sixième semestre.

Elle est arrivée à Bandung peut-être en octobre 2016, c'est aussi le mois où j'ai commencé à rapprendre la conversation en français avec elle. Vous savez bien pourquoi je la fais: après plus d'un mois de service de communauté à Subang, j'ai presque oublié comment parler français (alors que j'ai parlé aussi à mon père en téléphonant là-bas). Grâce à elle, j'arrive encore à parler français couramment. Elle corrige aussi mes fautes de vocabulaires si je les ai faites. Elle m'a appris aussi la phonétique française, ce qui n'est pas enseignée à l'université.

La classe de conversation se déroule du mois d'octobre 2016 au mois de février 2017. J'ai deux photos avec elle avant mon stage à SMA Plus Pariwisata Bandung (je pensais avant que ce serait mon dernier cours, mais je me souviens de l'argent que j'ai payé, alors j'avais l'intention de toujours venir) et aussi deux autres photos ci-dessous.


Le dernier jour de Luana (celle qui porte des lunettes noires et un vêtement blanc), car elle allait travailler à Kompas TV Kediri en tant que présentatrice

28 février 2017, je porte le voile bleu ici. Puis il y a Isfahan (le seul mec dans ce cours), madame Christina, kak Indah, kak Vina et kak Wilyanti

La dernière fois que j'ai rencontré Marie est au 23 mars 2017, où elle nous a donné les jeux et les gestes à l'atelier Clown. Mais, je suis rentrée chez moi trop tôt parce que mes chatons ont eu faim. Alors, je lui ai dit "au revoir".

Bisous,
@naragrandis

Pourquoi j'aime la langue française ? (source: francophonie.org)




Bisous,
@naragrandis

vendredi 24 mars 2017

Mon premier article en indonésien sur intipjurusan.com


Bonjour à tous!


C'était au mois de février que j'ai écrit cet article mais comme je suis trop occupée d'enseigner le français, je viens d'envoyer cet article par courriel au début de ce mois, et après deux ou trois semaines, c'est enfin publié. Voilà le ligne:
http://intipjurusan.com/2017/03/23/pend-bahasa-perancis-upi-nadia/
Vous pouvez aussi allez directement sur ce site en mettant mon code d'article: X159. Le code du premier article qui parle de même département est X121. Le contenu de cet article est:


Bonjour à tous! 
Hai para sahabat Intip Jurusan. Pertama, saya ingin kenalan sama kalian. Nama saya Nadia Rahmania, saya sedang menjalani semester 8 di departemen Pendidikan Bahasa Perancis UPI, sama seperti Aprilia, yang pertama kali berkontribusi sebagai perwakilan dari departemen ini. Saya sendiri mewakili angkatan 2013, selaku kakak kelas Aprilia. Dalam artikel ini, saya akan menyampaikan tentang pengalaman saya sebagai angkatan pertama yang menggunakan kurikulum 2013 di departemen ini karena empat keterampilan berbahasa (Compréhension Orale, Compréhension Écrite, Production Orale & Production Écrite), tata bahasa (Grammaire), Peradaban dan Kebudayaan Perancis (Civilisation Française), dan Sejarah Perancis (Histoire de France) sudah dibahas oleh Aprilia. Sebagai angkatan pertama yang menggunakan kurikulum 2013 (kurikulum di universitas, maksudnya), ada beberapa mata kuliah yang pada saat semester 5 harus memilih dan melanjutkan pilihan tersebut pada saat semester 7, alias dijuruskan. Kalian bisa memilih di antara 3 pilihan berikut:
  • Français pour les Objectifs Spécifiques (FOS), yaitu penjurusan di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang Pariwisata (pada matkul Français du Tourisme saat semester 5), dan saat semester 7 akan dibekali ilmu tentang perhotelan (Français de l'Hôtellerie et de la Restauration), kesekretariatan (Français du Secrétariat), bisnis (Français des Affaires) dan tentang media (Français des Médias) baik itu ilmu tentang media cetak, video, dll. 
  • Linguistique, yaitu di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang pembentukan kalimat (pada matkul Syntaxe du Français saat semester 5), dan saat semester 7 akan dibekali ilmu tentang pembentukan kata (Morphologie), makna kata dan kalimat (Sémantique), ilmu penggunaan bahasa di ranah sosial (Sociolinguistique) dan bagaimana cara menganalisis teks-teks baik secara sintagmatik maupun secara paradigmatik (pada matkul Analyse de Discours). 
  • Traduction, yaitu di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang penerjemahan, baik secara lisan (Interprétation) maupun secara tertulis.  

Saya secara pribadi memilih dijuruskan di bidang linguistik karena ada prospek untuk menjadi ahli bahasa, leksikografis (yang berurusan dengan penulisan kamus), guru/dosen bahasa, dll. Selain alasan sebelumnya, sejak pertama kali saya mempelajari linguistik secara umum (yaitu ketika saya duduk di semester 2), saya langsung tertarik di bidang itu. Saya sendiri juga baru mengetahui bahwa ketika mempelajari ilmu linguistik, ada 6 aspek linguistik yang saya telah pelajari secara mandiri setelah mata kuliah Linguistik Umum (Linguistique Générale), yaitu:
  • Fonetik: ilmu yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa dilafalkan serta cara kerja organ tubuh yang berkaitan dengan pengucapan. 
  • Fonologi: ilmu yang mempelajari tentang ilmu pembendaharaan bunyi (fonem) bahasa, yaitu bunyi sebagai satuan terkecil dari ujaran/gabungan bunyi yang membentuk suku kata. 
  • Morfologi: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kata. 
  • Sintaksis: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kalimat. 
  • Semantik: ilmu yang mempelajari tentang makna kata dan makna kalimat. 
  • Pragmatik: ilmu yang mempelajari hubungan antara makna kata/kalimat dan konteksnya, entah itu tersirat atau tersurat (correct me if I'm wrong, yaaaa).

Berkat bidang linguistik, saya pun mampu menghafal banyak pola jenis kelamin kata-kata benda berbahasa Perancis melalui ilmu morfologi, serta alhamdulillah saya bisa mengembangkan pelafalan bahasa Perancis yang baik dan benar melalui ilmu fonetik dan fonologi yang saya ikuti di luar kampus. Seluruh ilmu yang telah saya share di sini merupakan linguistik murni dan semoga saja saya bisa langsung lanjut S2 dan mengambil bidang Linguistik di Perancis. Aamiin....Untuk kalian, para calon kontributor Intip Jurusan, perwakilan departemen Pendidikan Bahasa Perancis UPI yang memilih penjurusan FOS dan Traduction bisa ikut berkontribusi di postingan selanjutnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar para calon mahasiswa/i di luar sana termotivasi untuk memilih salah satu di antara ketiga pilihan tersebut. 

Bagaimana dengan kuliah semester 8? Nah, saat ini saya sedang menjalani kuliah keahlian profesi yang bernama Program Pengalaman Lapangan alias PPL. Mata kuliah ini juga dapat diambil di baik semester ganjil maupun semester genap, asalkan tidak ada lagi mata kuliah yang mengulang kecuali bagi yang mengambil jalur non-skripsi (saya akan membahasnya di paragraf selanjutnya). Sebelum PPL, mahasiswa/i memiliki hak untuk memilih sekolah (SMA/SMK/MA) tempat pengabdiannya, namun keputusan akhir tetap ada di tangan departemen, jadi bisa saja kalian tidak dapat pilihan sesuai keinginan dan mau tak mau kalian harus belajar survive di tempat sesuai keputusan akhir. Mungkin kalian akan dapat pengalaman baru ketika mengabdi di sekolah. Di sini lah, kalian dapat membagikan ilmu bahasa Perancis kalian kepada para siswa/i SMA/SMK/MA se-Jawa Barat.

Bagaimana dengan tugas akhir, alias skripsi? Di sini, para mahasiswa/i mengajukan setidaknya dua judul yang akan dibimbing terlebih dahulu oleh dosen wali masing-masing para mahasiswa/i. Kemudian dipresentasikan salah satu judulnya di depan seluruh dosen. Ada tiga kemungkinan, yaitu bisa saja judul pilihan pertama diterima (baik diterima langsung maupun dengan perubahan), bisa saja malah judul pilihan kedua diterima karena kemampuan menjawab pertanyaan para dosen, bisa saja judul pilihan kalian benar-benar ditolak karena berbagai alasan, misalnya teori kurang kuat atau bahkan ada yang hanya sekedar membuat saja.

Tapi jangan khawatir, kalian masih bisa lulus, kok! Ada jalur alternatif agar mahasiswa/i bisa cepat lulus, yaitu melalui jalur non-skripsi. Jalur tersebut biasanya diperuntukkan untuk para mahasiswa/i yang kuliahnya banyak masalah (misalnya: cuti, semester 14, dll.), bahkan untuk mahasiswa/i yang proposal skripsinya ditolak dan merasa sudah menyerah.

Jalur non-skripsi di departemen ini memuat 3 mata kuliah (masing-masing 2 SKS) setara skripsi yang berjumlah 6 SKS, yaitu: 
  • Analyse des Textes Littéraires, yaitu menganalisis karya sastra yang mengandung pesan, artistik dan gaya bahasa. 
  • Travaux Dirigés, yaitu membahas kajian atau studi lapangan based on tema-tema yang ditentukan oleh dosen, misalnya ada tema-tema: situs-situs turistik (di Indonesia, ya... bukan di luar negeri), perayaan tradisional, seni tradisional dan budaya Indonesia yang akan dipaparkan menggunakan bahasa Perancis. Nanti sekelas hanya memilih satu tema yang telah disebutkan di atas dan observasi di tempat berbeda-beda. 
  • Mini-mémoire, yaitu membuat karya ilmiah seperti skripsi namun tidak melakukan penelitian lebih jauh. Yang penting mahasiswa/i mampu membuat karya ilmiah yang memiliki manfaat bagi pembelajaran bahasa Perancis.
Et voilà, kalian tetap bisa lulus kok, karena ketika kita bekerja, apakah judul skripsi dipertanyakan? Mungkin ketika ingin mendapatkan beasiswa akan dipertanyakan, tapi mudah-mudahan para mahasiswa/i yang mengambil jalur non-skripsi, tetap bisa mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi S2 hingga S3. Aamiin...

Seperti yang dikatakan Aprilia, departemen ini is FULLY RECOMMENDED, karena mempelajari bahasa sebagai ilmu benar-benar membuat kita menjadi ahli bahasa yang in syaa' Allah baik dan benar. Berbeda halnya dengan yang hanya mengikuti les, tapi di sini saya nggak bermaksud menjatuhkan yang les bahasa, karena perbedaan yang mencolok terlihat antara yang belajar bahasa lebih dalam dan yang belajar bahasa untuk keperluan khusus saja. Namun bagi saya, keduanya sama-sama belajar bahasa :)

If you have any questions or if there is anything you don't (quite) understand, please comment below (tapi jangan nyindir loh!), plus aku juga menerima rekomendasi di kolom komentar, agar artikel saya kedepannya lebih baik dan lebih koheren lagi.

Merci beaucoup pour votre attention :)

Bisous,
@naragrandis

LATE POST : Le 62e anniversaire de mon professeur, Monsieur Toto


Bonjour à tous !

Enfin, je peux avoir du temps de mettre quelque chose en ligne ici. Cela fait vraiment longtemps, hein? Car je suis très très occupée pour apprendre le français aux lycéens. Moi, j'ai beaucoup de choses à y mettre en ligne plus tard :)

Je vous présente mon meilleur professeur (car personnellement, il est considéré comme mon autre père... hehehe), Monsieur  Toto, ou bien son prénom et son nom: Soeprapto Rakhmat. Il nous apprend l'Histoire de France, la Syntaxe du Français (pour les étudiants qui choisissent la linguistique) la Grammaire 5 et la Grammaire 6. Puis au septième semestre, il nous apprend l'Analyse de Discours (pour les étudiants qui choisissent la linguistique) et le Français du secrétariat (pour les étudiants qui choisissent le Français pour les Objectifs Spécifiques ou FOS).

Le 17 février, il fête son anniversaire et cette année il a 62 ans (vous connaissez alors son année de naissance, ne soyez pas paresseux de compter, hehehe). Cette année son anniversaire s'est passé au vendredi et que mes amis et moi le rencontre chaque mercredi, alors nous avons fêté un peu dans la classe de mini-mémoire 5 jours plus tard. La veille, j'ai acheté ce gâteau ci-dessous y compris 6 bougies.

Le texte du gâteau: Joyeux anniversaire, Monsieur, aïe aïe aïe :)

toute l'équipe des étudiants (sans Dhei, Nisa'a & kak Putri) qui finiront leurs études sans faire un mémoire

sans Meila, car elle prépare son GoPro Hero...

Un chef-d'œuvre de mon amie proche, Felicitas Devana

Bisous,
@naragrandis