Affichage des articles dont le libellé est troisième. Afficher tous les articles
Affichage des articles dont le libellé est troisième. Afficher tous les articles
dimanche 30 octobre 2016
ma vie après « troisième »
Ce semestre, la vie est vraiment difficile à faire face. Je n'apprends plus
de grammaire et de compétences linguistiques (Compréhension Orale, Production
Orale, Compréhension Écrite, Production Écrite). J'apprends maintenant les
sujets suivants:
mercredi 8 juin 2016
je suis officiellement démissionnée de l'AEDF
2 tahun berkiprah di kementrian pendidikan (Ministère des Affaires Pédagogiques) membuatku belajar banyak hal sekaligus memiliki pengalaman organisasi untuk pertama kalinya. Di tahun pertama, aku sangat passionate mengajarkan bahasa Perancis untuk adik-adikku dari angkatan 2014, dan aku masih menjadi staff pengajar Club de Français. Pasca semester 4, aku terlalu memikirkan ruang baca karena selama semester 4 aku selalu berkomitmen untuk piket.
Beberapa bulan kemudian, aku sempat mendaftar menjadi menteri, namun aku tidak lolos. Akhirnya aku tetap mendaftar meski bukan menjadi menteri, tapi "jabatan"-ku sedikit dinaikkan, yaitu menjadi penanggung jawab La Salle de Lecture (ruang baca) pada periode 2015-2016.
Seperti pada post La Salle de Lecture, saya sangat antusias dan profesionalisme saya ditingkatkan, namun entah kenapa pada pergantian semester, semangatku hilang begitu saja. Sejujurnya, aku masih belum bisa mengemban amanah ini dengan baik, karena betapa beratnya dan besarnya amanah yang aku pegang.
Di balik kesedihanku karena berakhirnya aku berkiprah di AEDF, seorang teman telah memberiku semangat dan kata-kata bijaknya, bahwa aku telah menjadi bagian dari sejarah AEDF. Satu per satu, aktivitas padatku berakhir. Namun yang paling kuingat hanyalah: satu pintu tertutup, akan ada pintu baru yang akan terbuka untukku, dan yang harus kulakukan hanyalah menemukan kuncinya.
Terima kasih banyak kepada @aedf_upi yang telah membimbingku sejak masa pengaderan, bahkan pengaderan yang sesungguhnya adalah ketika berkiprah di himpunan. Kepada para penerus, semangat terus, buatlah AEDF lebih maju dan lebih baik!AEDF? Vive le français!! 🇫🇷👊🏻
Ministère des Affaires Pédagogiques (2015-2016)
DIKARENAKAN BELUM FOTO FULL TEAM, GAPAPA YA GUE NGEPOST INI (hasil kerjaan gue setelah scan foto-foto maru 2015 buat kartu anggota)Alhamdulillah akhirnya kami resmi démissionner dari kabinet semut merah AEDF FPBS UPI @aedf_upi.Selama setahun ini, aku merasa dekat dengan @ulfahnadh ketika membersihkan ruang baca sebelum rapat kedua apalagi ketika bikinin kartu buat anak-anak 2015. Aku juga saluuuut banget sama Rita yang (d'après moi) semangat terus menjalankan tugas-tugasnya di kementrian ini, Sabrina yang tak henti-hentinya menagih uang kas.
Sebelumnya mohon maaf banget kalo aku kadang suka geger karena jadwal piket berubah melulu, atau bahkan absen piket yang pada akhirnya aku tegasin denda 5000 rupiah kalo ga piket tanpa izin, maaf juga aku yang 50% tegas, 50% kurang tegas, tapi semua itu kulakukan agar pelayanan La Salle de Lecture lebih baik lagi. Untuk staff saya @luthvikw maaf juga kalo aku banyak salah-salah kata ketika ngurusin ruang baca... 🙏🏻🙏🏻
Deva selaku PJ CDF, n'abandonne jamais, ok? ☺️ Kemudian para staff CDF yang merasa masih kurang semangat, ayooo tingkatkan kembali semangat kalian, dan bagi kalian yg mau masuk pédagogique lagi, kami titipkan kementrian ini pada kalian 😀
@mediranatasya selaku PJ talkshow, mohon maaf kalo kinerjaku selama jd panitia talkshow masih kurang, karena aku juga double-job (demi ada kerjaan di hari-hari sebelum dan setelah talkshow, hehe, peace), and to me, this year's talkshow theme is satisfying ☺️👍🏻👍🏻Hayu, agendakan foto FULL TEAM sesegera mungkin, hehehe ✌🏻️😁
Sebelumnya mohon maaf banget kalo aku kadang suka geger karena jadwal piket berubah melulu, atau bahkan absen piket yang pada akhirnya aku tegasin denda 5000 rupiah kalo ga piket tanpa izin, maaf juga aku yang 50% tegas, 50% kurang tegas, tapi semua itu kulakukan agar pelayanan La Salle de Lecture lebih baik lagi. Untuk staff saya @luthvikw maaf juga kalo aku banyak salah-salah kata ketika ngurusin ruang baca... 🙏🏻🙏🏻
Deva selaku PJ CDF, n'abandonne jamais, ok? ☺️ Kemudian para staff CDF yang merasa masih kurang semangat, ayooo tingkatkan kembali semangat kalian, dan bagi kalian yg mau masuk pédagogique lagi, kami titipkan kementrian ini pada kalian 😀
@mediranatasya selaku PJ talkshow, mohon maaf kalo kinerjaku selama jd panitia talkshow masih kurang, karena aku juga double-job (demi ada kerjaan di hari-hari sebelum dan setelah talkshow, hehe, peace), and to me, this year's talkshow theme is satisfying ☺️👍🏻👍🏻Hayu, agendakan foto FULL TEAM sesegera mungkin, hehehe ✌🏻️😁
dimanche 29 mai 2016
La Salle de Lecture du Département de Français
Satu tahun menjabat sebagai penanggung jawab la Salle de Lecture... betapa besarnya dan beratnya amanah yang saya dapatkan di tahun ketiga kuliah. Tugas-tugas telah banyak saya lalui di antaranya memberitahu jadwal dan prosedur piket kepada para pengurus Ministère des Affaires Pédagogiques (terutama staff saya, Upi), membuat kartu anggota untuk mahasiswa baru dan seniornya yang kehilangan/tiadanya foto pada kartu, mendata dokumen, bahkan menerima banyaknya pesan dari para kakak tingkat untuk membuka ruang baca. Saya merasa gagal... sangat gagal. Profesionalisme yang saya anut ketika semester 5, telah hilang pada pergantian semester. Dan sekarang... saya hanya bisa merindukannya... saya sangat sedih karena harus meninggalkan amanah ini untuk diteruskan kepada adik kelas saya yang akan memegangnya. Harapan saya hanyalah: semoga pengurus la Salle de Lecture dapat diberdayakan, mampu berkoordinasi dengan para pengurus Kementrian Pendidikan AEDF dan semoga program kerja ini berjalan dengan sangat lancar untuk generasi penerus.
Je reviens!
Bonjour à tous!
Aujourd'hui j'aimerais écrire en indonésien. Oui, enfin. Mais juste une
fois, étant donné que ce blog est celui où j'écris en français. Ce poste est
désormais devenu celui avec le tag "troisième". Désolée si je n'écris
pas souvent parce que je suis en train de passer mon examen final à
l'université. Pourvu que ça marche.
Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, aku sudah
melalui tahun ketiga di dunia perkuliahan. Ya, tahun ketiga. Artinya aku harus
lebih berusaha dengan keras dibandingkan ketika aku duduk di tingkat satu dan
tingkat dua di mana aku mungkin terlalu memudahkan segala sesuatu.
Tahun ini, aku duduk di semester 5 selama bulan September
2015 hingga Januari 2016. Kemudian di semester 6 pada bulan Februari 2016
hingga Juni 2016. Di dunia organisasi, aku mendaftarkan diri sebagai menteri di
Kementrian Pendidikan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Perancis
(Association des Étudiants du Département de Français), namun aku tak lolos,
bahkan sampai berpikir, "duh, lagi-lagi jabatanku nggak naik!", dan
terpaksa aku harus jadi staff lagi di kementrian tersebut setelah temanku yang
ditunjuk menjadi menteri. Setelah aku diterima, ia menunjukku dan memercayaiku
sebagai penanggung jawab Ruang Baca Departemen Pendidikan Bahasa Perancis. Dari
situ, aku langsung senang karena jabatanku agak sedikit naik saat itu. Amanahku
akan berjalan selama satu periode. Kemudian kami dilantik, rapat perdana dan
rapat pleno.
Tahun ketiga kuliah, aku mengikuti berbagai aktivitas dan
mendaftar di berbagai acara sebagai panitia, namun amanahku harus tetap
berjalan. Pertama, aku menjadi penanggung jawab dokumentasi pada acara
Registrasi Mahasiswa Baru angkatan 2015, staff P3K pada acara Pengaderan
Mahasiswa Baru angkatan 2015, staff Dokumentasi pada acara Studi Banding
UPI-UNY 2015, staff Kesekretariatan pada acara Pengabdian Pada Masyarakat atau
P2M 2016, hingga akhirnya double-job staff di divisi Bazaar dan Talkshow pada
acara Pekan Bahasa Perancis (La Semaine Française) 2016. Pada acara LSF 2016,
aku pun juga ikut lomba, yaitu percobaan ketigaku di lomba mendeklamasikan
puisi bahasa Perancis, dan alhamdulillah aku berada di tempat ketiga alias
juara ketiga. Selain menjadi panitia, aku pun berpartisipasi untuk mengajar
ekstrakurikuler bahasa Perancis di almamaterku sejak SD hingga SMA, di Pribadi
Bilingual Boarding School. Pada Februari 2016, aku pun mencoba mengikuti
kompetisi tour guide di UI yang diselenggarakan oleh Allons-y Adventure Team,
di mana pemenangnya akan mendapatkan kursus musim panas gratis, namun aku hanya
berada di top 4. Ya... anggap saja itu pengalaman baruku. Apakah aku lelah?
Tentu saja.
Dalam dunia akademik, aku memilih bidang linguistik dan
mengikuti kuliah Syntaxe du Français pada semester 5. Semester 7 nanti aku akan
tetap lanjut di bidang tersebut dan akan mengikuti kuliah: Morphologie, Sociolinguistique,
Sémantique dan Analyse de Discours. Aku juga saat itu mengulang mata kuliah di
mana aku mendapat nilai E pada semester 3 yang membuat IP-ku terjun bebas,
yaitu Pengelolaan Pendidikan. Untuk nilai-nilaiku, aku sempat sedih karena
beberapa mata kuliah keterampilan berbahasa yang sebelumnya bernilai A malah
menjadi A-, yaitu Production Orale 5 dan Compréhension Orale 5. Selain itu,
nilai yang sama kudapatkan pada mata kuliah Étude de Textes 1 yang merupakan
nama baru Compréhension Écrite 5, dan Media Pembelajaran dan TIK Bahasa
Perancis. Kemudian aku mendapat nilai A pada mata kuliah Grammaire 5,
Production Écrite 5, Evaluasi Pembelajaran Bahasa Perancis dan Syntaxe du
Français. Untuk mata kuliah yang mengulang... Alhamdulillah aku lulus
Pengelolaan Pendidikan walau nilaiku hanya B+. Di sela-sela aktivitas himpunan
dan akademik, aku juga mengikuti ujian internasional bahasa Perancis bernama
DELF (Diplôme d'Études en Langue Française) tingkat B2, yaitu tingkat menengah
di mana kalau lolos, sudah bisa mencari beasiswa untuk kuliah di Perancis.
Alhamdulillah, aku lolos dengan nilai 63,75 dari 100, karena nilai di bawah 50
adalah tanda bahwa peserta ujian tidak lolos.
Semester 6... aku mengikuti dua mata kuliah dasar, yaitu
Seminar Pendidikan Agama Islam dan Kuliah Kerja Nyata, yang in syaa' Allah akan
dilaksanakan pada bulan Juni hingga awal Agustus. Sedangkan untuk mata kuliah
jurusan, aku mengikuti kuliah Belajar dan Pembelajaran Bahasa Perancis, Littérature
Française 1, Grammaire 6, Étude de Textes 2, Production Écrite 6, Production
Orale 6 dan Compréhension Orale 6. Semester ini kulalui sangat cepat walau
sempat kewalahan dengan banyaknya tugas, namun alhamdulillah semuanya berjalan
lancar dan semuanya sudah terkumpul. Tinggal penulisan argumentatif, ujian
akhir Belajar dan Pembelajaran Bahasa Perancis yang dibawa pulang sebagai
pekerjaan rumah, ujian lisan Seminar Pendidikan Agama Islam, ujian akhir
Littérature Française 1, CO 6 dan PO 6. Pekan ini, aku sudah melalui UAS PE 6,
Étude de Textes 2, dan Grammaire 6 serta simulasi mengajar yang bernama
microteaching.
Di sela-sela itu, aku selalu pergi ke lembaga bahasa
Perancis di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Perancis untuk mengikuti
writing and speaking workshop atau hanya sekedar membaca buku di
perpustakaannya. Selain itu aku baru saja bertemu dengan teman-teman dari
berbagai jurusan yang berbeda yang akan menjadi keluargaku selama 40 hari
Kuliah Kerja Nyata. Ada tujuh orang yang didominasi oleh wanita, dan tiga
laki-laki, karena ada rasio satu kelompok laki-laki dan wanita yaitu 3:7. Kami
semua memilih bidang Manajemen Berbasis Sekolah yang desas-desusnya sih, ada
yang bilang lebih santai, ada yang bilang harus mengajar, dan lain-lain.
Aku tak sabar ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat,
termasuk masa studiku. Dalam waktu dekat, in syaa' Allah aku akan menyelesaikan
UAS, Sidang Umum MPM AEDF FPBS UPI 2016, KKN tahap pertama, kontrak mata kuliah
secara online, KKN tahap kedua dan menyusun laporan KKN. Mudah-mudahan
nilai-nilaiku memuaskan dan IP-ku berada di atas 3,5 lagi... aamiin yaa Rabb...
Bandung, le 29 mai 2016, 22h10 (heure locale d'Indonésie
occidentale)
Bisous,
@naragrandis
dimanche 17 janvier 2016
Troisième (sixième partie)
(continuation...)
Dans
PMB de 2015, il y a cinq événements pour cette année, tels que: Pengenalan Kampus (PEKA), c'est une
activité pour que les nouveaux étudiants connaissent d'abord les professeurs de
notre département, puis connaître l'AEDF; Orientasi
Keagamaan Mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Perancis (SIGAMIS), c'est
une activité pour qu'ils apprennent à être dirigeant de façon islamique; Rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan
Mahasiswa (RLDKM), c'est une activité pour apprendre à être dirigeant de
façon générale comme comment rédiger une lettre si on était un secrétaire,
comment gérér une association, etc.; LDKM (mentionné sans la lettre R), dont le
but est pour élire le chef de la classe de 2015, et enfin; Character Building (CB) qui se passe toujours à la montagne ou dans
la forêt (avant tout, c'est dans la nature où il n'y aura pas des choses comme
dans la ville) pour apprendre à y survivre, et à la fin d'événement, les
nouveaux étudiants sont considérés comme les membres de l'AEDF.
(je continuerai...)
Troisième (cinquième partie)
(continuation...)
Après
les vacances, il y a toujours des réunions dont les noms en indonésien sont: la
réunion de « Registrasi Mahasiswa
Baru (RMB) » et la réunion de « Pengaderan Mahasiswa Baru (PMB) ». Pour RMB, je suis photographe
qui prend les nouveaux étudiants en photo, ainsi que les activités. Pour PMB,
je m'inscris en tant qu'une des personnelles de premiers soins aux accidents ou en indonésien:
« pertolongan pertama pada
kecelakaan » (P3K). Le chef de P3K est mon amie, Dhei. On appelle notre group Suster Emesh, car les membres sont les filles. Mon amie, Putri,
a donné un fichier de Microsoft Excel et dans ce fichier, il y a des données
de nouveaux étudiants ainsi que leurs maladies éprouvées et possédées.
(je continuerai tout de suite...)
Inscription à :
Articles (Atom)

